Comparison of temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) and turmeric (Curcuma longa) powder drinks against adolescent diet and body weight
Abstract
ABSTRAK
Latar Belakang: Salah satu permasalahan gizi yang sering terjadi pada remaja adalah kurang energi kronis. Temulawak dan kunyit secara turun-temurun telah digunakan untuk terapi menaikkan berat badan dengan cara meningkatkan nafsu makan. Melalui kandungan karminativum dari minyak atsiri yang ada dalam rimpang temulawak dan kunyit.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsumsi minuman serbuk temulawak dan kunyit terhadap pola makan dan berat badan pada usia remaja.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental. Sampel penelitian adalah santriwati Pondok Pesantren Miftahul Jannah Malang, sebanyak 45 responden yang terbagi menjadi 3 kelompok yaitu P0 (kontrol/tidak diberikan apapun), P1 (20 gr bubuk temulawak), dan P2 (5 gr bubuk kunyit). Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Bubuk temulawak dan kunyit dilarutkan dalam 125cc air dan diberikan selama 14 hari. Pola makan dan berat badan responden setelah perlakuan diukur menggunakan metode Semi Quantitative - Food Frequency Questionnaire dan pengukuran langsung dengan timbangan digital. Data hasil pengukuran dilanjutkan dengan analisis statistika menggunakan uji wilcoxon signed ranks test Untuk melihat perbedaan pola makan sebelum dan sesudah perlakuan. Serta uji paired t test untuk melihat perbedaan berat badan antara sebelum dan sesudah perlakuan.
Hasil: Dari hasil Uji Wilcoxon didapatkan bahwa pada kelompok kontrol dan kunyit tidak ada perbedaan nyata skor pola makan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan (p>0,05), sedangkan pada kelompok temulawak terdapat perbedaan nyata (p<0,05). Hasil Uji t test paired pada kelompok temulawak menunjukkan perbedaan berat badan yang bermakna antara sebelum dan sesudah perlakuan sedangkan pada kelompok kunyit dan kontrol tidak ada perbedaan (p>0,05).
Kesimpulan: Pemberian minuman serbuk temulawak efektif dalam memperbaiki pola makan dan meningkatkan berat badan pada usia remaja..
KATA KUNCI: berat badan; kunyit; nafsu makan; temulawak
ABSTRACT
Background: One of the nutritional problems that often occurs in teenagers is a chronic lack of energy. Temulawak and turmeric have been used for generations as a therapy to gain weight by increasing appetite, through the karminativum content of essential oils in the rhizomes.
Objectives: This study aims to analyze the effect of temulawak and turmeric powder drink consumption on adolescents' dietary patterns and weight.
Methods: This research design uses quasi-experimental. The population and sample of this study were female students of Miftahul Jannah Islamic Boarding School Malang, as many as 45 respondents were divided into 3 groups P0 (control), P1 (20 grams of ginger), and P2 (5 grams of turmeric). The sampling technique used is non-purposive sampling. The research instrument used the semi Quantitative – Food Frequency Questionnaire method and measured body weight using digital scales. The measurement data was followed by statistical analysis using the Wilcoxon Signed Ranks Test to see differences in eating patterns before and after treatment. As well as the Paired T-Test to see the difference in body weight between before and after treatment.
Results: From the results of the Wilcoxon test, it was found that in the control and turmeric groups, there was no significant difference in dietary pattern score (frequency and variation) before and after being given treatment (p>0.05), while in the temulawak group, there was a difference (p<0.05). Results of the paired t-test the temulawak group had a significant difference in body weight between before and after treatment, while the turmeric and control groups had no difference (p> 0.05).
Conclusions: Giving temulawak powder drinks is effective in increasing dietary patterns and body weight in adolescents.
KEYWORD: appetite; temulawak; turmeric; weight
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Kristiana, A. S. , & Prastiti, E. D. Efektifitas Seduhan Teh Rosela Kering Terhadap Peningkatan Kadar Haemoglobin Pada Remaja Putri . Jurnal Wiyata. 2019; 6 (1): 6-12.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laporan Nasional Riskesdas. 2018.
Sabila, P. M. Peningkatan Berat Badan Menggunakan Terapi Akupunktur Pada Titik Zusanli (St 36), Sanyinjiao (Sp 6), dan Chize (Lu 5) Dengan Kombinasi Herbal Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza), Temu Ireng (Curcuma Aeruginosa), Dan Kunyit (Curcuma Domestica). Tugas Akhir: Universitas Airlangga. 2020.
Kurniarum, A., & Novitasari, R. A. Penggunaan Tanaman Obat Tradisional Untuk Meningkatkan Nafsu Makan Pada Balita. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional. 2016; 1(1): 75-81.
Soleimani, V., Sahebkar, A., Hosseinzadeh, H. Turmereic (Curcuma longa) and its major constituent (curcumin) as nontoxic and safe substances : A Review. Phytotherapy Research. 2018; 32(6): 985-995.
Atefi, M., Darand, M., Entezari, M.H., Jamialahmadi, T., Bagherniya, M., Sahebkar, A. ASystematic Review of the Clinical Use of Curcumin for the Management of Gastrointestinal Diseases. Chapter : Studies on Biomarkers and New Targets in Aging Research in Iran. Springer: 2021. 295-326.
Muliani, H. Effect of turmeric extract on broiler blood cholesterol levels. Jurnal Sains dan Matematika. 2015; 23 (4): 107-111.
Qamariah, N., Mulyani, E., Dewi, N. Inventarisasi Tumbuhan Obat Desa Pelangsian Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Kabupaten Kota Waringin Timur Borneo Journal of Pharmacy. 2018; 1(1): 1-10.
Rukmana, R. Kunyit. Kanisius: Yogyakarta. 2005.
Sulistyoningsih, M. , R. Renni. , Ayu. W. Kandungan Fosfor Dan Kalsium Daging Akibat Pemberian Tambahan Kunyit Jahe Dan Salam Pada Ransum Bebek. Jurnal Pangan Dan Gizi. 2017; 7(2): 124–131.
Siswanto, H. Pengaruh Pemberian Temulawak (Curcuma xanthorrhiza roxb.) dalam Air Minum Terhadap Performan Puyuh Jantan. Skripsi. Universitas Mercubuana. 2019.
Kusuma, K. S., Kusumastuti, N. A. Pengaruh Pemberian Puding Temulawak Terhadap Kesulitan Makan Pada Balita Usia 2-5 Tahun. Nusantara Hasana Journal. 2022; 2 (2): 67–73.
Saputri, MP., Nuraeni, A., Supriyono, M. Efektivitas Variasi Makanan terhadap Peningkatan Nafsu Makan Anak Usia Pra Sekolah. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan. 2015; 4.
Linawati, N., & Setiawati. Efektivitas pemberian temulawak dan madu terhadap peningkatan berat badan anak dengan status gizi kurang. Holistik: Jurnal Kesehatan. 2021; 15 (2): 197–202.
Supariasa, I. D. Nyoman. , B. Bachyar. Penilaian Status Gizi. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2016.
Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Survey Konsumsi Pangan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2018.
Utami, Nurul Dwi., Indarto, D., Dewi, Yulia LR. The Effects of Temulawak Extract on Food Intake and WWeight Gain in Leprosy Patients with Anemia. International Conference on Biology and Applied Science Proceeding. 2019 July 13, AIP Publishing.
Marni, Ambarwati, R. Khasiat Jamu Cekok Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2015; 11 (1): 102 - 111.
Afrina, M. Narrative Review : Bioavailabilitas Analog Kurkumin monokarbonil serta potensinya Sebagai Kemopreventif. Skripsi. Universitas Gadjah Mada. 2022.
Rahmi., S. N. Insana. , dan Q. N. Subtitusi Tepung Temulawak (Curcuma Xanthorhiza Sp) Pada Pakan Dengan Dosis Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Sintasan Benih Ikan Nila (Oreochromis Niloticus). Octopus, Jurnal Ilmu Perikanan. 2016; 5 (1): 443–450.
Hidayati, N. Penerapan Pemberian Temulawak Dan Madu Untuk Meningkatan Nafsu Makan Pada an. S di PMB Siti Jamila, S.St Palas Lampung Selatan. Tugas Akhir Poltekkes Tanjungkarang. 2022.
Senee, Anoushka., Ishnoo., Y.B., Jeewon, Rajesh.An Ananlysis of the Contributors and Factors Influencing Dietary Patterns Among the Elderly Population. Current Research in Nutrition and Food Science. 2022; 10(3): 895-903.
DOI: http://dx.doi.org/10.21927/ijnd.2025.13(1).21-27
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics (IJND) indexed by:
