Implementasi Pembelajaran Sains untuk Anak Usia Dini dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

Sigit Prasetyo

Abstract


Pembelajaran sains merupakan proses pembelajaran sepanjang hayat sebagaimana belajar berhitung. Anak-anak dari segala jenis usia akan memperoleh manfaat dengan menganalisis keadaan-keadaan di sekitarnya yang mengadung unsur sains. Anak-anak perlu didorong agar memperoleh lebih banyak pengalaman sains di alam, kemudian menjelaskan peristiwa-peristiwa yang dilihatnya, menanyakannya, dan menganalisis cara peristiwa-peristiwa itu terjadi. Implementasi pembelajaran sains untuk anak usia dini dalam menghadapi MEA adalah dengan memasukkan enam keterampilan dasar sains ke dalam empat faktor penentu kemajuan suatu negara, yaitu inovasi, penguasaan jaringan melalui komunikasi, penguasaan teknologi, dan kekayaan sumberdaya alam. Adapun keenam keterampilan dasar sains yang perlu diajarkan kepada siswa adalah: pengamatan (observation), pengomunikasian (communication), pengklasifikasian (classification), pengukuran (measurement), penyimpulan (inference), dan peramalan (prediction). Keenam keterampilan di atas terintegrasi ketika seorang anak melakukan percobaan sederhana. Enam keterampilan dasar di atas sangat penting dalam kedudukannya sebagai keterampilan mandiri sebagaimana pentingnya ketika berkedudukan sebagai keterampilan terintegrasi. Keterampilan yang diasah sejak dini diharapkan akan menjadi bekal untuk menghadapi jenjang pendidikan siswa selanjutnya. Hal ini menjadi fokus penting mengingat batas-batas antar negara saat ini semakin transparan, persaingan tidak hanya terjadi secara lokal melainkan sudah bersifat global sejak dicanangkanya MEA.

Full Text:

PDF

References


Brewer, Jo Ann. 2007. Introduction to Earlychilhood Education, Preschool Through-Primar y Grades 6th Edition.

Click, Phyllis & Kim Karkos. 2007. Administration of Programs for Young Children 7th Edition. Amerika: Express

E. Grossman Klause Ph D, Karin Grossman Ph D& Everett Waters Ph D. 2005. Attachment

from Infancy to Adulthood” The Major Longitudinal Studies”. New York: The Guilford Press

E. Berk, Laura. 2001. Awakening Children’s Minds. New York: Oxford University Press

Eliason, Claudia & Loa Jenkins. 2007. A Preactical Guide to Early Chilhood Curriculum 8th Edition.

Kong Seoul Singapore Taipei Tokyo: Amerika.

Panitia Sertifikasi Guru Unesa. 2012. Materi: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru. Surabaya:

Universitas Negeri Surabaya

Nugraha, Ali. (2005). Pengembangan Pembelajaran Sains Pada Anak Usia Dini. Jakarta: Depdiknas.

News.detik.com. (2Agustus 2014). RI Terendah di PISA. di akses 27 Maret 2015, dari http://

news.detik.com/read/2014/02/08/153124/2491125/10/1/ri-terendah-di-pisa-wnaindonesian-kids-dont-know-how-stupidthey-are tribunnews.com. (24 Desember 2014). Tantangan Pendidikan Menuju MEA 2015. di akses tanggal 27 Maret 2015, dari http://banjarmasin.tribunnews. com/2014/12/24/tantangan-pendidikanmenuju-mea-2015?page=3




DOI: http://dx.doi.org/10.21927/literasi.2016.7(1).48-57

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


Creative Commons License
LITERASI is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. View My Stats