Asupan vitamin C berhubungan dengan kadar glukosa darah pada pasien rawat jalan DM tipe 2
DOI:
https://doi.org/10.21927/ijnd.2017.5(1).44-49Keywords:
type2 diabetes mellitus, blood glucose level, vitamin C intake, vitamin A intake, vitamin E intake, diabetes melitus tipe 2, kadar glukosa darah, vitamin A, vitamin E dan vitamin CAbstract
ABSTRACK
Background: High sugar levels in people with diabetes mellitus causes changes in the body. One of its detrimental process called oxidation reaction that causes the increased formation of harmful substances called free radicals. Antioxidant vitamin A, C, and E helpful to reduce oxidative damage in people with diabetes mellitus and prevent complications.
Objectives: The know relationship intake antioxidant with blood glocuse level outpatient type 2 diabetes mellitus in RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta.
Methods: This study was observasional with of cross sectional. The subjects in this study were outpatients with diabetes mellitus type 2 with sampels of 89 respondents. Purposive sampling technique. Data consumption pattern of antioxidant, used semi quantitative food frequency (SQFFQ) laboratories to examination and blood glucose levels. Data analysis used Fisher’s Exact Test.
Results: There is signiï¬cant association between vitamin C intake with blood sugar levels in patients diabetes mellitus the value of p = 0.004. The existence of a no signiï¬ cant association between vitamin E intake with blood sugar levels in patients diabetes mellitus the value of p = 0.073 and there is no signiï¬ cant association between vitamin A intake with blood sugar levels in patients diabetes mellitus the value of p = 0.252.
Conclusion: There is a relationship between vitamin C intake with blood sugar levels, while the intake of vitamin A and E are not related to blood sugar levels
KEYWORDS: type 2 diabetes mellitus, blood glucose level, vitamin C intake, vitamin A intake, vitamin E intake.
ABSTRAK
Latar Belakang : Kadar glukosa yang tinggi pada penderita kencing manis/DM menyebabkan berbagai perubahan di dalam tubuh. Salah satu proses merugikan dinamakan reaksi oksidasi yang menyebabkan peningkatan pembentukan zat berbahaya yang disebut radikal bebas. Antioksidan vitamin A,C dan E bermanfaat dapat menurunkan kadar glukosa darah.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara asupan antioksidan dengan kadar glukosa darah pada pasien rawat jalan DM tipe 2 di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subyek dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2 dengan jumlah sampel 89 responden. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Data asupan antioksidan menggunakan semi quantitative food frequency (SQFFQ) dan hasil pemeriksaan laboratorium untuk kadar glukosa darah. Analisis data menggunakan Fisher’s Exact Test.
Hasil : Terdapat hubungan yang bermakna antara asupan vitamin C dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan p value 0,004, tidak ada hubungan asupan vitamin E dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan p value 0,073 dan tidak ada hubungan asupan vitamin A dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan nilai p value 0,252.
Kesimpulan: Ada hubungan antara asupan vitamin C dengan kadar glukosa darah sedangkan vitamin A dan E tidak ada hubungan dengan kadar glukosa darah.
KATA KUNCI: diabetes melitus tipe 2, kadar glukosa darah, vitamin A, vitamin E dan vitamin C
References
Waspadji S. Penatalaksanaan DM terpadu. Jakarta: Universitas Indonesia; 2007.
WHO. Global report on diabetes [Internet]. Switzerland; 2016 [cited 2017 Jan 7]. Available from : http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/204871/1/9789241565257_eng.pdf?ua=1
Searo, WHO. Diabetes fakta dan angka. Jakarta; 2016.
Sharma R, Buras E, Terashima T, Serrano F, Massaad CA, Hu L, et al. Hyperglycemia induces oxidative stress and impairs axonal transport rates in mice. PLoS One. 2010;5(10):1–8.
Widowati W. Potensi antioksidan sebagai antidiabetes. J Kedokt Maranatha. 2010;7(2):1–10.
RSUD Panembahan Senopati Bantul. Laporan diagnosa unit rawat jalan RSUD Panembahan Senopati Bantul. Bag.Rekam Medis RSUD Panembahan Senopati Bantul, editor. Yogyakarta: RSUD Panembahan Senopati Bantul; 2015.
Bustan M. Epidemiologi : Penyakit Tidak Menular. Jakarta: Rineka Cipta; 2007.
Lubis JPS, Sari JP. Perilaku penderita diabetes mellitus rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu dalam pengaturan pola makan tahun 2011. Universitas Sumatera Utara; 2012.
Bintanah S, Handarsari E. Asupan serat dengan kadar gula darah, kadar kolesterol total dan status gizi pada pasien diabetus mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Roemani Semarang. Seminar Hasil-Hasil Penelitian – LPPM UNIMUS 2012. Semarang; 2012. p. 289–97.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Republik Indonesia. Riset kesehatan dasar 2007. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI; 2007.
Zahtamal, Chandra F, Suyanto, Restuastuti T. Faktor-faktor risiko pasien diabetes melitus. Ber Kedokt Masy. 2007;23(3):142–7.
Balkau B, Mhamdi L, Oppert J-M, Nolan J, Golay A, Porcellati F, et al. Physical activity and insulin sensitivity: the RISC study. Diabetes. American Diabetes Association; 2008 Oct;57(10):2613–8.
Soewondo P. Konsensus pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia 2011. cet. 1. Jakarta: Jakarta Perkeni 2011 ; 2011.
Sunjaya IN. Pola konsumsi makanan tradisional bali sebagai faktor resiko diabetes mellitus tipe 2 di Tabanan. J Skala Husada. 2009;6(1):75–81.
Kamiensky M KJ. Vitamins and Minerals. Pharmacology Demystified. USA: Mc. GrawHill Companies Inc; 2006.
Chairunnisa R. Pengaruh jumlah pasta tomat terhadap penurunan kadar gula darah pada mencit diabetes. J Teknol Ind Pertania. 2012;1–12.
Widartika, Pramantara IDP. Hubungan antara asupan antioksidan dan disfungsi ereksi pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di rumah sakit umum Cibabat Cimahi. Universitas Gadjah Mada; 2008.
Wulandari ND, Dkk. Hubungan pola konsumsi makan sumber vitamin c terhadap kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe 2 di poliklinik penyakit dalam RSU DR.Saiful Anwar Malang. Universitas Brawijaya; 2012.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
1. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication, with the work [SPECIFY PERIOD OF TIME] after publication simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Â
2. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Â
3. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Â

IJND by http://ejournal.almaata.ac.id/index.php/IJND is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.Â