Model Sekolah Aman Bencana Dalam Upaya Mewujudkan Pendidikan Karakter di MIN 1 Bantul
DOI:
https://doi.org/10.21927/literasi.2019.10(1).9-20Abstract
Anak-anak seringkali menjadi korban kasus cidera saat terjadi kecelakaan maupun bencana alam. Data terakhir dari United Nation International Strategy For Disaster, sebanyak 60 persen anak-anak di dunia ternyata merupakan korban bencana alam. Berbagai ancaman masih mengintai anak seperti bencana alam. Ancaman tersebut diperparah dengan kondisi sekolah yang kurang kondusif, bangunan yang tidak layak, sarana prasarana yang tidak memenuhi standar. Merujuk data 15 tahun terakhir dari BNPB tahun 2017, terdapat 46.648 sekolah yang terdampak bencana. MIN 1 Bantul telah merespon positif model sekolah yang aman bencana dengan dinobatkan sebagai peringkat 3 SEAMEO Japan Education for Sustainable Development (ESD) Award.
Hasil penelitian ini adalah (1) motivasi MIN 1 Bantul membentuk sekolah aman bencana dilatarbelakangi gempa tahun 2006. Selain itu adanya kesadaran akan pentingnya pendidikan keamanan bagi warga madrasah. (2) pelaksanaan program sekolah aman bencana di MIN 1 Bantul berupa sekolah siaga bencana sudah berjalan dengan baik. Program tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan kerangka kerja struktural dan non struktural serta mengacu 3 pilar sekolah aman bencana yang meliputi fasilitas sekolah aman, manajemen bencana di sekolah, dan pendidikan pencegahan. (3) Keterkaitan sekolah aman bencana dengan pendidikan karakter adanya keselarasan pelaksanaan sekolah aman bencana dengan pembiasaan yang dilakukan di MIN 1 Bantul.
Â
References
Biro Perencanaan Dan Kerjasama Luar Negeri Sekretariat Jenderal Kemendikbud, Modul 2:Manajemen Bencana di Sekolah, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan UNICEF, 2015.
Biro Perencanaan Dan Kerjasama Luar Negeri Sekretariat Jenderal Kemendikbud, Modul 1:Pilar 1 Fasilitas Sekolah Aman, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan UNICEF, 2015.
Biro Perencanaan Dan Kerjasama Luar Negeri Sekretariat Jenderal Kemendikbud, Modul 1:Pilar 1 Fasilitas Sekolah Aman, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan UNICEF, 2015.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Konsep dan Pedoman Penguatan Pendidikan Karakter Tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 2017.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pendidikan Tangguh Bencana: Mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana di Indonesia, (Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017
Mardiani, Dewi, “Menteri: Anak Perempuan Rentan Jadi Korban Bencanaâ€, Republika,dalamhttp://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/10/11/mui6hn-menteri-anak-perempuan-rentan-jadi-korban-bencana pada 14 Oktober 2017.
Narwanti, Sri, Pendidikan Karakter, Yogyakarta: Familia, 2011.
Nufika,Abdul Haris, “Kunjungan Menteri-Menteri Se-Asia ke MIN Jejeranâ€, Kemenag Bantul, dalam www.bantul.kemenag.go.id diakses tanggal 28 Mei 2017.
Obioma, Godswill, “Child Safety Education in Schools: Basis for Community Involvement in Safety Management in Nigeriaâ€, Paper dipresentasikan dalam Annual Corps Marshal Conference and the 19th Anniversary Celebration of the Federal Road Safety Commission, Abeokuta, 19 – 22 February, 2007.
Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 04 Tahun 2012 tentang Pedoman Penerapan Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana.
Pramesti, Olivia Lewi,“60% Anak di Dunia Korban Bencana Alamâ€, “National Geographic Indonesiaâ€, dalam http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/10/60-anak-di-dunia-korban-bencana-alam diakses tanggal 20 Januari 2017.
Sulistyowati, Endah, Implementasi Kurikulum Pendidikan Karakter, Yogyakarta: Citra Aji Prama, 2012.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
UNHCR, Safe Schools and Learning Environment: How to Prevent and Respond to Violence in Refugee Schools, Geneva: Technical Support Section Division of Operational Services UNHCR, 2007.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
1. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication, with the work [SPECIFY PERIOD OF TIME] after publication simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Â
2. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Â
3. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Â

LITERASI by http://ejournal.almaata.ac.id/index.php/LITERASI is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.