Waktu pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) berhubungan dengan kejadian stunting anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Sedayu
DOI:
https://doi.org/10.21927/ijnd.2016.4(2).105-111Kata Kunci:
complementary feeding, intake of energy, intake of protein, stunting, pemberian MP-ASI, asupan energi, asupan proteinAbstrak
ABSTRACT
Background: Stunting in children 6-23 months old was not directly realized and can be looked after they are 2 years old. Almost 18.08% in District Bantul suffered from stunting. Stunting in children 6-23 months, may be correlated with the first time of complementary feeding introduction and inadequate intake of nutrients (energy and protein).
Objectives: To know the association between time of complementary feeding introduction, energy and protein intake with stunting in children 6-23 months old in Sedayu.
Methods: This was an observational study with cross sectional design. Research locations was in District of Sedayu, Bantul, Yogyakarta.The subject of study was children 6-23 months old in Sedayu. Samples were 190 children aged 6-23 months selected by using technique probability proportional to size (pps). The status of stunting in children was measured based on body length/age and used to analyze the risk of complementary feeding with stunting.
Results: The results of the analysis bivariat showed that early complementary feeding was significantly associated with stunting (OR=2.867, 95% CI:1.453-5.656). Intake of energy and proteins had no association with stunting (p=0.005).
Conclusions: There were association between time of complementary feeding introduction with stunting. Intake of energy and protein were not risk factors of stunting in children aged 6-23 months in Sedayu Subdistrict, Bantul, Yogyakarta.
KEYWORDS: complementary feeding, intake of energy, intake of protein, stunting
ABSTRACT
Latar belakang: Terjadinya stunting pada baduta seringkali tidak disadari, dan setelah dua tahun baru terlihat ternyata balita tersebut pendek. Sebesar 18,08% balita di Kabupaten Bantul menderita stunting. Penyebab terjadinya stunting pada anak usia 6-23 bulan erat kaitannya dengan waktu pertama pemberian
makanan pendamping ASI (MP-ASI) serta asupan zat gizi (energi dan protein) pada makanan yang kurang memadai.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara waktu memulai pemberian serta jumlah asupan energi dan protein dari MP-ASI dengan kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Sedayu.
Metode: Jenis penelitian adalah observasional dengan desain studi cross sectional. Lokasi penelitian di Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul Yogyakarta. Subjek penelitian adalah anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Sedayu. Besar sampel yang dibutuhkan adalah 190 anak usia 6-23 bulan. Pemilihan subjek
penelitian menggunakan teknik probability proportional to size (PPS). Untuk mengetahui status stunting pada anak dilakukan pengukuran panjang badan menurut umur (PB/U) dan digunakan analisis besarnya risiko pemberian MP-ASI terhadap kejadian stunting.
Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukan waktu pertama kali pemberian MP-ASI berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (OR=2,867, 95%CI:1,453-5,656). Asupan energi dan protein tidak berhubungan dengan kejadian stunting (p>0,005).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara waktu pertama pemberian MP-ASI yang terlalu dini terhadap kejadian stunting. Asupan energi dan protein yang kurang tidak berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta.
KATA KUNCI: pemberian MP-ASI, asupan energi, asupan protein, stunting
Referensi
Departemen Kesehatan RI. Umur sama tinggi badan berbeda [Internet]. 2014 [cited 2015 Nov 20]. Available from: http://www.gizikia. depkes.go.id/terbitan/umur-samatinggi-badan berbeda/?print=pdf
Millenium Challenge Account-Indonesia.Stunting dan masa depan Indonesia [Internet]. Jakarta; 2014. Available from: http://mcaindonesia. go.id/wp-content/uploads/2015/01/ Backgrounder-Stunting-ID.pdf
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Republik Indonesia. Riset kesehatan dasar 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI; 2013.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. Profil kesehatan Kabupaten Bantul. Bantul: Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul; 2012.
Departemen Kesehatan RI. Pola makan pendamping air susu ibu (MP-ASI). Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2000.
WHO. WHO / UNICEF joint monitoring programme (JMP) for water supply and sanitation [Internet]. 2010 [cited 2015 Apr 19]. Available
from: http://www.wssinfo.org/
Teshome B, Makau W, Getahun Z, Taye G. Magnitude and determinants of stunting in children under-five years of age in food surplus of Ethiopia: the case of West Gojam Zone. Ethiop J Heal Dev. 2009;23(2):98–106.
Adriani M, Wirjatmadi B. Pengantar gizi masyarakat. Jakarta: Kencana Prenada Media Group; 2012.
Wibowo A. Metodologi penelitian praktis bidang kesehatan. Jakarta: Rajawali Pers; 2014.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk pelaksanaan surveilans gizi. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2012.
Aridiyah F, Rohmawati N, Ririanty M. Faktor faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak balita di wilayah pedesaan dan perkotaan. J Pustaka Kesehat. 2015;3(1):163–70.
Hendra A, Miko A, Hadi A. Kajian stunting pada anak balita ditinjau dari pemberian ASI eksklusif, MP-ASI, status imunisasi dan karakteristik keluarga di Kota Banda Aceh. JKIN. 2010;6:169–84.
Adriani et al. Gizi dan kesehatan balita. Jakarta: Kencana Prenada Media Group; 2014.
Adriani M. Pengaruh seng pada suplementasi vitamin A dosis tinggi terhadap status infeksi dan pertumbuhan linier balita. Surabaya: Universitas Airlangga; 2009.
Hana S. Faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 12-36 bulan di Kecamatan Pati Kabupaten Pati. Universitas Diponegoro; 2012.
Tangkudung G. Hubungan antara asupan energi dengan kejadian stunting pada anak usia 13-36 bulan di Wilayah kerja Puskesmas Tuminting Kota Manado. Universitas Sam Ratulangi; 2014.
Wanda L, Ani M, Rahfi ludin M. Faktor risiko stunting pada anak umur 6-24 bulan di Kecamatan Penanggalan kota SubulussalamProvinsi Aceh.
J Gizi Indones. 2014;3(1):37–45.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
1. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication, with the work [SPECIFY PERIOD OF TIME] after publication simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Â
2. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Â
3. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Â

IJND by http://ejournal.almaata.ac.id/index.php/IJND is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.Â