Konsumsi unhealthy food sebagai faktor risiko obesitas pada balita di Puskesmas Jetis, Kota Yogyakarta

Yenni Eka Setiyaningsih, Esti Nurwanti, Arantika Meidya Pratiwi

Abstract


ABSTRACT

Background: The prevalence of overweight and obesity increased from year to year in both developed and developing countries. Obesity that occurs in infants can be caused by over eating or today’s lifestyle that tends to consume fast food or unhealthy food.

Objectives: To determine whether unhealthy food consumption was the risk factor of obesity in children at Jetis Health Centre, Yogyakarta.

Methods: This study is a case-control study. The population consisted of children aged 24-59 months in the region of Jetis Health Centre, Yogyakarta. There were 51 obese children and 51 non-obese children in Jetis in 2015. The cases were children aged 24-59 months diagnosed obese (z-score weight/height ≥3SD), while controls were children aged 24-59 months with z-score <3SD. The samples were obtained using a simple random sampling technique. Chi-square were used to determine unhealthy food consumption as a risk factor for obesity in children.

Results: Toddlers consumed unhealty food > 32 times/week tended to obese 4.26 times higher than they who did not consume < 32 times/week (p=0.001, OR=4.26, 95% Cl: 1.26-10.3).

Conclusions: Toddler who consumed unhealthy food > 32 times/week had the risk to obese 4.26 times higher than they who did not.

KEYWORDS: unhealthy food, obesity, toddler


ABSTRAK

Latar belakang: Prevalensi kegemukan dan obesitas dari tahun ketahun meningkat baik di negara maju maupun berkembang. Obesitas yang terjadi pada balita dapat diakibatkan karena makan melebihi kebutuhan atau gaya hidup masa kini yang cenderung suka mengonsumsi makanan cepat saji atau unhealthy food.

Tujuan: Mengetahui konsumsi unhealthy food sebagai faktor risiko obesitas pada balita di Puskesmas Jetis, Yogyakarta.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kasus kontrol. Populasi terdiri dari balita berusia 24-59 bulan di wilayah Puskesmas Jetis Yogyakarta sebanyak 702 balita dimana 62 balita  obesitas dan 640 balita tidak obesitas. Jumlah sampel setelah dilakukan penghitungan jumlah sampel didapatkan 51 balita obesitas (z score ≥ 3 SD) dan 51 balita tidak obesitas (z score < 3 SD). Kasus adalah balita usia 24-59 bulan yang didiagnosa obesitas dengan z score BB/TB ≥3SD, kontrol adalah balita usia 24-59 bulan Z score <3SD. Penentuan sampel diperoleh menggunakan simple random sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan kuesioner food frequency- questionnaire (FFQ) untuk menghitung konsumsi unhealthy food. Data status gizi balita diperoleh dari catatan status gizi balita di Puskesmas Jetis. Uji statistik menggunakan chi-square untuk menentukan hubungan konsumsi unhealthy food sebagai faktor risiko obesitas pada balita.

Hasil: Balita yang mengonsumsi unhealthy food ≥32x/minggu cenderung memiliki risiko 4,26 kali lebih tinggi daripada balita yang mengonsumsi unhealthy food <32x/minggu (p=0,001, OR=4,26, 95% CI:1,26-10,3)

Kesimpulan: Balita yang mengonsumsi unhealthy food ≥32x/minggu berisiko 4,26 kali lebih tinggi daripada balita yang mengonsumsi unhealthy food unhealthy food <32x/minggu.

KATA KUNCI: unhealthy food, obesitas, balita


Keywords


unhealthy food;obesity;toddler;obesitas;balita

Full Text:

PDF

References


Wandansari. Profi l faktor risiko kejadian pada siswa Kelas V SD H. Isriati Baiturrahman Kota Semarang tahun ajaran 2005/2006 [Internet]. 2007 [cited 2015 Jan 14]. Available from: http://digilib.unnes.ac.id/gsdl/co;;ect/p/index/assoc/HASH9441.dir/doc.pdf.

CDC. Overweight and obesity [Internet]. 2009 [cited 2015 Feb 17]. Available from: http://www.cdc.gov3. WHO. obesity and overweight. Geneva: WHO Tehnikal Report Series; 2011.

Riset kesehatan dasar. Laporan riset kesehatan dasar 2010. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI; 2010.

Arisman. Gizi dalam daur kehidupan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC; 2004.

Nirwana A. Obesitas anak dan pencegahannya. Yogyakarta: Nuha Medika; 2012.

Khomsan A. Sehat dengan makanan berkhasiat. Jakarta: Penerbit Buku Kompas; 2006.

WHO. Obesity and overweight. Geneva: WHO Tehnikal Report Series; 2006.

Project Management Team at The University of Sidney. Asia Pacifi c television food advertising study (research protocol). Sydney: Project Management Team at The University of Sidney; 2012.

Dinas Kesehatan Provinsi DIY. Peta situasi gizi DIY tahun 2012. Yogyakarta: Dinas Kesehatan Provinsi DIY; 2013.

Mustofa A. Solusi ampuh mengatasi obesitas disertai pembahasan tentang sebab, akibat dan solusi mengenai obesitas. Yogyakarta: Hanggar Kreator; 2010.

Melnik B. Excessive leucine-mTORC1-signalling of cow milk-based infant formula: the missing link to understand early childhood obesity. J Obes. 2012;2012:1–14.

Shan XY, Xi B, Cheng H. Prevalence and behavioral risk factors of overweight and obesity among children aged 2–18 in Beijing, China. Int J Pediatr Obes. 2010;5:383–9.

Braithwaite I, Stewart A, Hancox R, Beasley R, Murphy R, Mitchell A. Fast-food consumption and body mass index in children and adolescents: an international cross-sectional study. BMJ Open. 2014;4.

Utami V. Hubungan konsumsi zat gizi, karakteristik keluarga, dan faktor lainnya terhadap remaja gizi lebih di SMPN 41 Jakarta Selatan tahun 2012. Universitas Indonesia; 2012.

Damapoli W. Hubungan konsumsi fast food dengan kejadian obesitas pada anak SD di Kota Manado. Universitas Sam Ratulangi; 2013.

Hasibuan, Romaito. Perilaku makanan siap saji (fast food) dan kejadian obesitas pada remaja putri di SMA Negeri 1 Barumun Kabupaten Padang Lawas. Universitas Sumatera Utara; 2014.

Berkey C, Rockett H, Willett W, Colditz G. Milk, dairy fat, dietary calcium and weight gain. Arch Pediatr Adole SC Med. 2005;159:543–50.

Mahdiah. Prevalensi obesitas dan hubungan konsumsi fast food dengan kejadian obesitas pada remaja SLTP kota dan Desa di Daerah Istimewa Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada; 2004.

Mulyani S. Kimia fisika 2. Surabaya: Universitas Negeri Malang; 2005.

Malik V, Schulze M, Hu F. Intake of sugar sweetened beverages and weight gain: a systematic review. Am J Clin Nutr. 2006;84(2):274–88.

Wang Y, Bleich S, Gortmaker S. Increasing caloric contribution from sugar sweetened baverages and 100% fruit juices among US children and adolescents, 1988-2004.

Pediatrics. 2008;121(6):e1604–14.




DOI: http://dx.doi.org/10.21927/ijnd.2015.3(3).155-161

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics (IJND) indexed by:

  


Lisensi Creative Commons
View My Stats