Login

Strategi Peningkatan Kinerja Organisasi: Menelaah Pengaruh TQM dan Produktivitas Kerja dengan Kepuasan Kerja sebagai Mediator

Vol. 7 No. 1 (2026):

Della Apriani (1), Nurherawati (2), Viska Putria Ananda (3), Ramdani Alfalah (4), Muhamad Zulfikar Bintang Satrio (5)

(1) Universitas Cipasung Tasikmalaya, Indonesia
(2) Universitas Cipasung Tasikmalaya, Indonesia
(3) Universitas Cipasung Tasikmalaya, Indonesia
(4) Universitas Cipasung Tasikmalaya, Indonesia
(5) Universitas Cipasung Tasikmalaya, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

ABSTRACT


The labor-intensive creative industry in the MSME sector faces major challenges in balancing global quality standards and high output targets. This study aims to analyze strategies for improving organizational performance through the implementation of Total Quality Management (TQM) and work productivity, with job satisfaction as a mediating variable in embroidery production houses in Kawalu, Tasikmalaya. Using a quantitative approach with the Partial Least Squares (PLS)-based Structural Equation Modeling (SEM) method, data were collected through questionnaires from 100 respondents who were active embroidery craftsmen. The results of the analysis show that TQM has a significant positive effect on job satisfaction and organizational performance. However, the main scientific contribution of this study lies in revealing the anomaly in the relationship between productivity and performance; it was found that work productivity has a significant negative effect on organizational performance directly. This indicates that without psychological well-being support, productivity pressure actually reduces the quality of the final results. The impact of productivity becomes positive when fully mediated by job satisfaction. These findings have crucial implications for creative industry management, namely that pursuing excessive quantity targets without regard for artisan satisfaction will actually be counterproductive. Therefore, organizations are advised to shift their orientation from merely pursuing short-term output efficiency to strengthening aspects of job satisfaction and sustainable quality standardization (TQM) in order to maintain competitiveness in the global market.


 


ABSTRAK


Industri kreatif padat karya di sektor UMKM menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan standar kualitas global dan target output yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan kinerja organisasi melalui implementasi Total Quality Management (TQM) dan produktivitas kerja, dengan menempatkan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada rumah produksi bordir di Kawalu, Tasikmalaya. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS), data dikumpulkan melalui kuesioner dari 100 responden yang merupakan pengrajin bordir aktif. Hasil analisis menunjukkan bahwa TQM berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja organisasi. Namun, kontribusi ilmiah utama penelitian ini terletak pada pengungkapan anomali hubungan antara produktivitas dan kinerja; ditemukan bahwa produktivitas kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja organisasi secara langsung. Hal ini mengindikasikan bahwa tanpa dukungan kesejahteraan psikologis, tekanan produktivitas justru menurunkan kualitas hasil akhir. Dampak produktivitas tersebut berubah menjadi positif apabila dimediasi sepenuhnya oleh kepuasan kerja. Temuan ini memberikan implikasi krusial bagi manajemen industri kreatif bahwa mengejar target kuantitas secara berlebihan tanpa memperhatikan kepuasan pengrajin justru akan bersifat kontraproduktif. Oleh karena itu, organisasi disarankan untuk menggeser orientasi dari sekadar efisiensi output jangka pendek menuju penguatan aspek kepuasan kerja dan standarisasi kualitas (TQM) yang berkelanjutan guna menjaga daya saing di pasar global.