Pemikiran Pendidikan Ki Hajar Dewantara Dan Relevansinya Dengan Kebijakan Pendidikan Merdeka Belajar

Rinesti Witasari

Abstract


Dunia pendidikan saat ini tentu tidak terlepas dari pemikiran tokoh pendidikan yaitu Ki Hajar Dewantara. Tokoh yang memiliki peran besar dalam pembangunan pendidikan di Indonesia. Baginya pendidikan merupakan media untuk mencapai tujuan perjuangan yaitu mewujudkan manusia Indonesia yang merdeka lahir dan batin. Merdeka secara lahir artinya tidak dijajah secara fisik, politik, ekonomi dan lain-lain, sedangkan merdeka secara batiniah artinya mampu mengendalikan diri dan mandiri dengan tanpa melanggar kemerdekaan golongan ataupun orang lain. Seiring dengan kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan dan kemajuan masyarakat telah mempengaruhi perubahan kebijakan yang diterapkan. Perubahan kebijakan tentu selalu mengarah pada perbaikan sistem pendidikan. Pada saat ini salah satu perubahan kebijakan tersebut tertuang dalam program “Merdeka Belajar”. Kebijakan program “Merdeka Belajar” meliputi empat pokok kebijakan yaitu Penilaian USBN Komprehensif, UN diganti dengan assessment penilaian, RPP dipersingkat dan zonasi PPDB lebih fleksibel. Kesimpulannya bahwa kebijakan merdeka belajar sejatinya telah mengacu pada pemikiran Ki Hajar Dewantara bahwa dalam kebijakan merdeka belajar guru harus memiliki jiwa merdeka untuk bisa memerdekakan siswanya.

Kata Kunci: Pendidikan, Ki Hajar Dewantara, dan Merdeka Belajar.


Full Text:

PDF

References


Ainia, D. K. (2020). Merdeka belajar dalam Pandangan Ki Hadjar Dewantara dan Relevansinya bagi Pengembangan Pendidikan Karakter. Jurnal Filsafat Indonesia, 3(3), 95–101. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.23887/jfi.v3i3.24525

Lickona, T. (2009). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. Random House Publishing Group. https://books.google.co.id/books?id=QBIrPLf2siQC

Mujito, W. E. (2014). Konsep belajar menurut Ki Hadjar Dewantara dan relevansinya dengan pendidikan agama Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 11(1), 65–78.

Muthoifin, M. (2015). Pemikiran pendidikan multikultural Ki Hadjar Dewantara. Intizar, 21(2), 299–320.

Nurwardani, P. (2020). BUKU SAKU PANDUAN MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA.

Rahardjo, S. (2009). Ki Hajar Dewantara: biografi singkat, 1889-1959. Garasi. https://books.google.co.id/books?id=Q59iQwAACAAJ

Sherly, S., Dharma, E., & Sihombing, H. B. (2020). Merdeka belajar: kajian literatur. UrbanGreen Conference Proceeding Library, 1, 183–190.

Yamin, M., & Syahrir, S. (2020). Pembangunan pendidikan merdeka belajar (telaah metode pembelajaran). Jurnal Ilmiah Mandala Education, 6(1).

Yanuarti, E. (2017). Pemikiran pendidikan ki. Hajar dewantara dan relevansinya dengan kurikulum 13. Jurnal Penelitian, 11(2), 237–265.

Makarim, Nadiem Anwar. 2019. Siaran Pers Nomor: 408/sipres/A5.3/XII/2019 Empat Pokok Kebijakan Pendidikan Merdeka Belajar. Jakarta: Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Mustaghfiroh, S. (2020). Konsep “Merdeka Belajar” Perspektif Aliran Progresivisme John Dewey. Jurnal Studi Guru Dan Pembelajaran, 3(1), 141–147. https://doi.org/10.30605/jsgp.3.1.2020.248

Hadiwijoyo, Ki Soenarno. 2016. Pendidikan Ketamansiswaaan Jilid III. Jakarta: Majelis Cabang Tamansiswa Jakarta

Dewantara, Ki Hajar. 2013. Ki Hadjar Dewantara, Bagian Pertama:Pendidikan. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.

Murni, Sylviana. 2020. Peran Strategis Provinsi/ Kabupaten Kota Dalam Implementasi Merdeka Belajar. Modul Seminar Nasional “Merdeka Belajar: Dalam Mencapai Indonesia Maju 2045” yang diselenggarakan di Universitas Negeri Jakarta, pada tanggal 10 Maret 2020.

Prihatni,Yuli. 2015. Pendidikan yang Memerdekakan. Makalah Seminar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Yogyakarta




DOI: http://dx.doi.org/10.21927/.2022.1(1).%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.