Edukasi Literasi Digital bagi Siswa Sekolah Dasar Negeri 01 Sukamulya di Desa Sukamulya, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Provinsi Sumatera Selatan
DOI:
https://doi.org/10.21927/jbd.2024.3(1).52-73Abstrak
Abstrak
Data BPS 2022 menunjukkan bahwa hampir sebagian anak usia dini di Indonesia dapat menggunakan ponsel (33,44%) dan mengakses internet (24,96%). Kondisi ini menyebabkan anak usia dini rentan terhadap gadget, termasuk populasi anak usia dini di Desa Sukamulya, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Provinsi Sumatera Selatan, yang mulai mengenal beragam gadget meski belum merata. Situasi ini mendorong penulis menginisiasi edukasi literasi digital di Desa Sukamulya yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua murid di Sekolah Dasar Negeri 01 Sukamulya. Materi edukasi literasi digital (misalnya, bullying, phishing, dan lain-lain) disampaikan kepada peserta melalui teknik ceramah, presentasi, tanya-jawab, dan diskusi. Kegiatan yang berlangsung selama dua tahap ini (sosialisasi dan evaluasi) berhasil meningkatkan pengetahuan para peserta tentang penggunaan gadget secara pintar dan sehat. Penulis memberi izin agar pemerintah dapat mengintegrasikan literasi digital ke dalam kurikulum serta meningkatkan fasilitas dan akses yang diperlukan untuk pembelajaran. Pelatihan guru untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam dunia teknologi, serta pelibatan orang tua untuk membimbing dan membimbing anak-anak dalam penggunaan gadget, juga menjadi hal yang perlu direalisasikan untuk menghadapi tantangan di era digital. Dukungan dari pemerintah dan kolaborasi multipihak akan mewujudkan keinginan dan tercapainya program ini.
Kata kunci : edukasi, literasi digital, teknologi, gadget
Abstrak
Data BPS tahun 2022 menunjukkan hampir separuh anak usia dini di Indonesia sudah bisa menggunakan handphone (33,44%) dan mengakses internet (24,96%). Kondisi tersebut membuat anak usia dini rentan mengalami kecanduan gadget, tak terkecuali anak usia dini di Desa Sukamulya, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Provinsi Sumatera Selatan yang mulai mengenal berbagai macam gadget meski belum merata. Inilah yang mendorong penulis untuk menginisiasi Pendidikan literasi digital di Desa Sukamulya dengan melibatkan siswa, guru dan orang tua di Sekolah Dasar Negeri 01 Sukamulya. Materi edukasi literasi digital (misalnya bullying, phising, dan lain-lain) disampaikan kepada peserta dengan menggunakan teknik ceramah, presentasi, tanya jawab, dan diskusi. Kegiatan dua tahap (sosialisasi dan evaluasi) ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang penggunaan gadget yang cerdas dan sehat. Penulis merekomendasikan agar pemerintah dapat mengintegrasikan literasi digital ke dalam kurikulum dan meningkatkan fasilitas serta akses yang diperlukan untuk pembelajaran. Melatih guru untuk meningkatkan keterampilannya dalam dunia teknologi, serta melibatkan orang tua untuk membimbing dan membimbing anak dalam penggunaan gadget, juga menjadi hal yang perlu diwujudkan untuk menghadapi tantangan di era digital. Dukungan pemerintah dan kolaborasi multipihak akan menjamin keinginan dan keberhasilan program ini.
Kata Kunci : pendidikan, literasi digital, teknologi, gadget
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication, with the work [SPECIFY PERIOD OF TIME] after publication simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.