Pemanfaatan Tempe Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Brownies (Brotela) di Dusun Bromo, Desa Kalinegoro, Magelang
DOI:
https://doi.org/10.21927/jbd.2023.2(2).69-76Abstract
Berdasarkan Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi balita stunting di Kota Magelang sebesar 13,9%. Menurut Informasi Rekap Hasil Pendampingan Keluarga 2023 di desa Kalinegoro jumlah risiko stunting baduta yaitu 2 orang dan ibu hamil yaitu 7 orang. Maka dari itu KKN UAA melakukan sebuah eksperimen pembuatan produk untuk menurunkan angka stunting di Kota Magelang dengan berinovasi brownies tempe dan labu kuning. Pengembangan produk pangan berbasis kearifan lokal dengan menggunakan bahan dari UMKM masyarakat di Desa Kalinegoro yaitu tempe sebagai bahan utama pembuatan brownies, untuk menjadi bahan dasar pengganti tepung terigu dan pemanfaatan UMKM. Menggunakan metode eksperimen dengan teknik analisis dalam pengembangan produk. Penelitian eksperimen bertujuan untuk mengetahui kualitas rasa, aroma, tekstur, lama daya tahan, biaya, serta menambah wawasan dalam mengolah dan menambah aneka olahan dari tempe dan labu kuning. Tempe mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin B12 serta memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Labu kuning juga mengandung antioksidan sebagai penangkal radikal bebas dan penyakit kanker. KKN-T Alma Ata bekerja sama dengan pihak Puskesmas, ibu-ibu PKK, dan para kader Posyandu di setiap dusun untuk memperkenalkan olahan tempe berupa brownies. Dalam kegiatan ini masyarakat sebagai sasarannya. Dengan perwakilan kader dan PKK disetiap dusun untuk mengikuti program kegiatan pembuatan brownies tempe dan labu. Sehingga dari perwakilan kader dan PKK disetiap dusunnya diharapkan dapat memberikan informasi kepada seluruh masyarakat di semua dusun. Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan makanan sehat berupa brownies tempe dan labu ini mendapatkan respons positif dari masyarakat.
Keywords : Brownies, Tempe, Labu Kuning, Stunting
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication, with the work [SPECIFY PERIOD OF TIME] after publication simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.