Perspektif Riba dan Studi Kontemporer-Nya dengan Pendekatan Tafsir Al Quran dan Hadits

Authors

  • Salman Al Parisi Institus Pertanian Bogor
  • Iwan Hermawan Institut Pertanian Bogor
  • Marta Kurniawan Institut Pertanian Bogor
  • Ibnu Saud Habibullah

DOI:

https://doi.org/10.21927/jesi.2018.8(1).23-36

Abstract

Paper ini membahas urgensi dan tahapan pelarangan riba dalam perspektif Islam. Studi ini menggunakan kajian pustaka terkait riba dengan pendekatan tafsir Quran dan Hadits. Secara umum, riba terdiri atas 2 kelompok bagian yaitu riba berdasarkan transaksi hutang piutang (riba qardh dan riba jahiliyyah) serta riba berdasarkan transaksi jual beli barang ribawi (riba fadhl dan riba nasi’ah). Berdasarkan Al- Quran, tahapan larangan riba terdiri atas 4 tahap, yaitu Q.S. Ar-Ruum: 39, Q.S. An-Nisa: 160-161, Q.S. Ali Imran: 130 dan tahap terakhir Q.S. Al-Baqarah: 275-281. Adapun salah satu hadits terkait riba yang diriwayatkan oleh Al-Hakim dari Ibnu Mas’ud bahwa Nabi saw bersabda “Riba itu mempunyai 73 pintu (tingkatan); yang paling rendah (dosanya) sama dengan seseorang yang melakukan zina dengan ibunyaâ€. Maka tidak ada pembenaran dalam mengambil riba, sebagaimana Rasulullah saw menekankan dalam amanat terakhirnya pada tanggal 9 Dzulhijjah tahun 10 Hijriah, “Ingatlah bahwa kamu akan menghadap Tuhanmu dan Dia pasti akan menghitung amalanmu.

 

Kata Kunci: Riba, Larangan Riba Dalam Al-Quran dan Hadits, Studi Kontemporer

References

Al Quran Al Karim.

Hadits Bulugul Maram.

Al- Buruswi, Ismail Haqqi. 1996, Tafsir Ruhul Bayan Jilid 4, Diterjemahkan oleh Syihabuddin, Diedit oleh Dahlan, H M D dan Yuro, Anwar, Bandung: Diponegoro. Cetakan Pertama. Hal. 138-139.

Al- Buruswi, Ismail Haqqi. 1997, Tafsir Ruhul Bayan Jilid 6, Diterjemahkan oleh Syihabuddin, Diedit oleh Dahlan, H M D dan Yuro, Anwar, Bandung: Diponegoro. Cetakan Pertama. Hal. 45-48.

Al- Maraghi, Ahmad Mushthafa. 1986, Tafsir Al Maraghi Jilid 4, Diterjemahkan oleh Abubakar, Bahrun dan Aly, Hery Noer, Diedit oleh Rasyidi, Anwar, Semarang: Toha Putra Semarang, Cetakan Pertama. Hal. 104-114.

Al- Maraghi, Ahmad Mushthafa. 1987, Tafsir Al Maraghi Jilid 6, Diterjemahkan oleh Abubakar B, Aly H N, dan Sitanggal A U, Diedit oleh Rasyid A dan Dasuki H, Semarang: Toha Putra Semarang, Cetakan Pertama. Hal. 30-35.

Al- Maraghi, Ahmad Mushthafa. 1989, Tafsir Al Maraghi Jilid 21, Diterjemahkan oleh Abubakar B, Aly H N, dan Sitanggal A U, Diedit oleh Rasyid A, Semarang: Toha Putra Semarang, Cetakan Pertama. Hal. 93-98.

Alu Syaikh, Dr. ‘Abdullah bin Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Ishaq. 2008, Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Diterjemahkan oleh Ghoffar, M. ‘Abdul, Diedit oleh Harun, M. Yusuf et al, Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Cetakan Pertama. Hal 694-712.

Alu Syaikh, Dr. ‘Abdullah bin Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Ishaq. 2008, Tafsir Ibnu Katsir Jilid 2, Diterjemahkan oleh Ghoffar, M. ‘Abdul, Diedit oleh Harun, M. Yusuf et al, Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Cetakan Pertama. Hal 173-175 dan 581-582.

Alu Syaikh, Dr. ‘Abdullah bin Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Ishaq. 2008, Tafsir Ibnu Katsir Jilid 7, Diterjemahkan oleh Ghoffar, M. ‘Abdul dan Al- Atsari, Abu Ihsan, Diedit oleh Harun, M. Yusuf et al, Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Cetakan Pertama. Hal 225-227.

Antonio, Muhammad Syafi’i. 2001, Bank Syariah dari Teori ke Praktik, Jakarta: Gema Insani Press. Hal 4, 37 dan 41.

Quthb, Sayyid. 2000, Tafsir fi Zhilalil Qur’an di Bawah Naungan Al- Qur’an Jilid 1, Jakarta: Gema Insani Press. Hal. 380.

Tarmizi, Erwandi. 2012, Harta Haram Muammalat Kontemporer, Bogor: Berkat Mulia Insani. Hal. 392-395

Downloads

Published

2018-10-31

Issue

Section

Articles