Gambaran status gizi anak 12-24 bulan di Puskesmas Mergangsan Kota Yogyakarta tahun 2015: tinjauan riwayat pemberian ASI eksklusif dan kejadian penyakit infeksi
DOI:
https://doi.org/10.21927/ijnd.2015.3(3).149-154Keywords:
exclusive breastfeeding, infectious disease, nutritional status, ASI eksklusif, penyakit infeksi, status giziAbstract
ABSTRACT
Background: Malnutrition and severe undernutrition is one of the main health problems faced in developing countries. In Indonesia, health problems and the child’s growth are influenced by two main issues , namely a state of good nutrition and the prevalence of infectious diseases . Worsening child malnutrition can occur because of ignorance of the mother about the manner of breastfeeding to their children. Yogyakarta city still has the highest prevalence of malnutrition (W/A) , as compared to four other districts in the amount of 1.04 % (exceeding the target of the action plan for food and nutrition is < 1%).
Objectives: To know the nutritional status of children (12-24 months) in terms of the history of exclusive breastfeeding and the incidence of infectious diseases at the Mergangsan health center in Yogyakarta. Methods: This research used quantitative descriptive method with cross sectional approach. Subjects were children aged 12-24 who months were recorded in four villages Kaparakan Integrated Health Centre (RW III , VII , IX , and XII) in Puskesmas Mergangsan, Yogyakarta. The sampling technique of this study used total sampling, the number of samples were 34 respondents. Data were collected by using a questionnaire.
Results: Most children did not receive exclusive breastfeeding (55.9%). All of the children had infectious diseases (diarrhea, respiratory infection) in the last one month. Most of children had good nutrition (58.8%), and 86.7% children received exclusive breastfeeding. Meanwhile, 36.8% children did not. Most of children who had infectious diseases history were included in good nutritional status.
Conclusion: Children who had a history of exclusive breastfeeding was 86.7%, while those who had not breastfeeding exclusively was 36.8%. Most of children with good nutritional status had experiences of infectious diseases (diarrhea, respiratory infection).
KEYWORDS: exclusive breastfeeding, infectious disease, nutritional status
ABSTRAK
Latar belakang: Gizi kurang dan buruk merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dihadapi oleh negara berkembang. Di Indonesia, masalah kesehatan dan pertumbuhan anak sangat dipengaruhi oleh dua persoalan utama yaitu keadaan gizi yang tidak baik dan merajalelanya penyakit infeksi. Memburuknya gizi anak dapat terjadi karena ketidaktahuan ibu mengenai tata cara pemberian ASI kepada anaknya. Kota Yogyakarta masih memiliki prevalensi gizi buruk tertinggi (BB/U) dibandingkan empat kabupaten lainnya, yaitu sebesar 1,04% (melebihi target rencana aksi daerah pangan dan gizi.
Tujuan: Mengetahui gambaran status gizi anak (12-24 bulan) ditinjau dari riwayat pemberian ASI eksklusif dan kejadian penyakit infeksi di Puskesmas Mergangsan Kota Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah anak usia 12-24 bulan yang tercatat di 4 Posyandu Kelurahan Kaparakan (RW III, VII, IX, dan XII) di wilayah kerja Puskesmas Mergangsan, Kota Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling, dengan jumlah sampel 34 responden. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan kuesioner.
Hasil: Sebagian besar anak tidak mendapat ASI eksklusif (55,9%). Semua anak pernah mengalami penyakit infeksi (diare, ISPA) dalam 1 bulan terakhir. Mayoritas anak memiliki gizi baik (58,8%) dengan jumlah anak yang mendapat ASI eksklusif sebesar 86,7%, sedangkan yang tidak mendapat ASI ekslusif sebesar 36,8%. Mayoritas anak yang pernah mengalami penyakit infeksi berstatus gizi baik (58,8%).
Kesimpulan: Sebagian besar anak memiliki riwayat pemberian ASI eksklusif. Terdapat lebih dari sebagian anak dengan status gizi baik pernah mengalami penyakit infeksi (diare, ISPA).
KATA KUNCI: ASI eksklusif, penyakit infeksi, status gizi
Downloads
References
Departemen Kesehatan, Republik Indonesia. Laporan pencapaian tujuan pembangunan millenium indonesia. Jakarta: DepKes R.I. 2010.
Dinas Kesehatan, DIY. Peta situasi gizi DIY tahun 2012.
Supariasa D, Bakri B, Fajar I. Penilaian status gizi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2002.
Almatsier, S. Prinsip dasar ilmu gizi. cetakan 4 Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 2006.
Yogi E. Pengaruh pola pemberian ASI dan pola makanan pendamping ASI terhadap status gizi bayi usia 6-12 bulan. Jurnal Delima Harapan. 2013; (2) 1: 14-8.
Devi M. Analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap status gizi balita di pedesaan. Jurnal Teknologi dan Kejuruan. 2010; (33) 2: 183-192.
Rahim F. Faktor risiko underweight balita usia 7-59 bulan. Jurnal KESMAS. 2014; (2) 9: 115-121.
Permatasari D. Perbedaan durasi penyembuhan diare dehidrasi ringan-sedang balita yang diberikan ASI dan SENG di RSUP Dr. Kariadi. SKRIPSI Mahasiswa Universitas Diponegoro. 2012.
Giri M, Muliarta I dan Wahyuni N. Hubungan pemberian asi ekslusif dengan status gizi balita usia 6-24 bulan di Kampong Kajanan Buleleng. Jurnal SAINS dan Teknologi. 2013; (2) 1: 184-192.
Zogara A, Hadi H, Arjuna T. Riwayat pemberian ASI eksklusif dan MPASI dini sebagai prediator terjadinya stunting pada baduta di Kabupaten Timur Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. J Giz dan Diet Indones. 2014; 2(1): 41-50.
Handajani S dan Ishartanti D. Pemberian air susu ibu (ASI) dan makanan pendamping ASI (MP-ASI) Lokal. Surakarta: Cakra Books. 2006.
Normayanti dan Susanti N. Status pemberian asi
terhadap status gizi bayi usia 6-12 bulan. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. 2013; (9) 4: 155-161.
Nuryanto. Hubungan status gizi terhadap terjadinya penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) pada balita di Palembang. Jurnal Pembangunan Manusia. 2012; (6) 2: 1-12.
Agus S, Handoyo, dan Widiyanti Dwi. Analisis faktor-faktor resiko yang mempengaruhi kejadian diare pada balita di Puskesmas Ambal 1 Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan. 2009;
(5)2:65-79.
Febrianto W, Mahfoedz I, Mulyanti. Status gizi berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosari I Kabupaten Gunungkidul 2014. J Giz dan Diet Indones. 2015; 3(2): 113-8.
Tando N. Durasi dan frekuensi sakit balita dengan terjadinya stunting pada anak SD di Kecamatan Malalayang Kota Manado. Jurnal Gizido. 2012;(4)1:338-48.
Rosari A, Rini E dan Masrul. Hubungan diare dengan status gizi balita di Kelurahan Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas. 2013; (3) 2: 111-115.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
1. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication, with the work [SPECIFY PERIOD OF TIME] after publication simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Â
2. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Â
3. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Â

IJND by http://ejournal.almaata.ac.id/index.php/IJND is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.Â


