HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI NYERI YANG RASIONAL DI APOTEK HARISH FARMA KABUPATEN SUKOHARJO

Kusumaningtyas Siwi Artini

Abstract


Abstrak

Self-medication (pengobatan sendiri) adalah penggunaan obat-obatan dengan maksud terapi tanpa saran dari profesional atau tanpa resep. Swamedikasi dapat dilakukan dengan menggunakan obat dari pengobatan sebelumnya, dengan membeli obat tanpa resep, mengikuti saran dari saudara atau teman tentang penggunaan obat tertentu. Nyeri menjadi salah satu penyakit yang banyak dialami pasien yang kadang tidak bisa ditolerensi sehingga pasien melakukan pengobatan sendiri. Penggunaan obat nyeri banyak digunakan bebas di masyarakat sehingga dapat menyebabkan ketergantungan, sehingga diperlukan edukasi sehingga pengobatan tersebut rasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi nyeri di Apotek Harish Farma, Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan rancangan survey cross sectional dengan menggunakan accidental sampling dan data kuesioner diolah dengan metode uji Pearson. Pada penelitian ini melibatkan 84 responden. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2020. Dari penelitian dapat dilihat 46% responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, 48% responden memiliki pengetahuan yang cukup baik dan 6% responden memiliki pengetahuan yang baik dan untuk perilaku swamedikasi sebanyak 37% responden memiliki perilaku swamedikasi yang kurang, 39% responden memiliki perilaku swamedikasi yang cukup baik, dan 24% memiliki perilaku swamedikasi yang baik. Pada analisis dengan menggunakan uji pearson diperoleh hasil r hitung sebesar 0,309 dan nilai sig. 0,004 yang menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku swamedikasi nyeri.

 

Kata Kunci: tingkat pengetahuan, swamedikasi; antinyeri; apotek


Abstract

Self-medication is the use of drugs for the purpose of therapy without professional advice or without a prescription. Self-medication can be done by using drugs from previous treatment, by buying drugs without a prescription, following advice from relatives or friends about the drugs. Pain is one of the diseases which sometimes cannot be tolerated so patient do self-medication. The analgetic is widely used in the community so education to the patient is needed in order to make the medication will be rational. The purpose of this study was to determine the correlation between patient knowledge and pain self-medication at Apotek Harish Farma, Kabupaten Sukoharjo. This study used a cross-sectional survey design using accidental sampling and the questionnaire data were processed using the Pearson test method. This study was used by 84 respondents. This research was conducted in July - August 2020. The results showed that 46% of respondents had a low level of knowledge, 48% of respondents had good enough knowledge and 6% of respondents had good knowledge and 37% of respondents had less self-medicated behavior, 39% of respondents had good enough self-medicated behavior, and 24% have good self-medicated behavior. In the analysis using the Pearson test, the r count was 0.309 and the sig value. 0.004 which shows the relationship between knowledge and pain self-medication behavior.

 

Keyword: level of knowledge; self-medication; analgetic; apotek



Keywords


tingkat pengetahuan, swamedikasi; antinyeri; apotek

Full Text:

PDF KSA

References


Bina D, Komunitas F, Klinik DAN, Bina D, Dan K, Kesehatan A, et al. Pharmaceutical care. 2006.

BPOM. Menuju Swamedikasi yang Aman. Jakarta: BPOM; 2014.

Shah, A.; Naqvi, A.A.; Ahmad R. The Need for Providing Pharmaceutical Care in Geriatrics: A Case Study of Diagnostic Errors Leading to Medication-Related Problems in a Patient Treatment Plan. Arch Pharm Pr. 2016;7:87–94.

Notoatmodjo S. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2012.

Brewer C, Bentley J, Hallam J, Woodyard C W, D. Use of analgesics for exercise-associated pain: prevalence and predictors of use in recreationally trained college-aged students. J Strength Cond Res. 2013;28((1)):74–81.

Hartwig, M.S., dan Wilson L. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jakarta: EGC; 2012.

Hermawati D. Pengaruh Edukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Rasionalitas Penggunaan Obat Swamedikasi Pengunjung di Dua Apotek Kecamatan Cimanggis, Depok. Jakarta: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Program Studi Farmasi UI.; 2012.

Harahap NA, Khairunnisa K, Tanuwijaya J. Patient knowledge and rationality of self-medication in three pharmacies of Panyabungan City, Indonesia. J Sains Farm Klin. 2017;3(2):186.

Muharni S, Aryani F, Mizanni M. Profile of Drug Information Given By Pharmacist Staff On Self Medication At The Pharmacy Located at Tampan, Pekanbaru-Indonesia. J Sains Farm Klin [Internet]. 2015;2(1):47–53. Available from: http://jsfkonline.org/index.php/jsfk/article/view/46

Halim S, Setiadi AAP, Wibowo YI. Profil Swamedikasi Analgesik di Masyarakat Surabaya, Jawa Timur. J Ilmu Kefarmasian Indones. 2018;16(1):86–93.

Asmoro K. Hubungan Pengetahuan dengan ketepatan pemilihan obat pada swamedikasi batuk di masyarakat sukoharjo jawa tengah. Surakarta: Fakultas Farmasi Universitas Muhamadiyah Surakarta; 2015.

Hendrawan H. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Ibu Balita Dalam Pencarian Pengobatan Pada Kasus-Kasus Balita Dengan Gejala Pneumonia Di Kabupaten Serang. Vol. 15, Media of Health Research and Development. 2012.

Persulesi RB, Tukayo LA, Soegiharti P. Distrik Sentani Kabupaten Jayapura Tahun 2018. 2018;10:66–74.

Depkes RI. Kompendia Obat Bebas Edisi 2. Jakarta: Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan; 2007.

Suherman H. Tingkat Pengetahuan Pasien Tentang Swamedikasi Obat. Viva Med J Kesehatan, Kebidanan dan Keperawatan. 2019;10(2):82–93.

Sholiha S, Fadholah A, Artanti LO. Tingkat Pengetahuan Pasien Dan Rasionalitas Swamedikasi Di Apotek Kecamatan Colomadu. Pharm J Islam Pharm. 2019;3(2):1–11.




DOI: http://dx.doi.org/10.21927/inpharnmed.v4i2.1386

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



ISSN 2580-7269 (online), ISSN 2580-6637 (print).

Inpharnmed indexed by:

Office:
Alma Ata University Press,
Jl. Brawijaya no.99, Tamantirto, Kasihan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.