Meningkatkan Literasi dan Religiusitas Generasi Alpha Melalui Bimbingan Belajar dan Pendidikan Qur’an di Pekauman
Abstract
Abstrak
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan religiusitas Generasi Alpha di Kelurahan Pekauman, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, melalui program terpadu Bimbingan Belajar (Bimbel) dan Pendidikan Al-Qur’an (Program Generasi Qurani/Gen Q). Tujuannya adalah membentuk Generasi Qurani (Gen Q) yang memiliki keseimbangan antara kompetensi akademik dan religiusitas. Kegiatan dilaksanakan selama 1,5 bulan (Agustus - September 2025). Partisipan utama adalah 70 anak usia TK, mayoritas Sekolah Dasar, dengan didampingi mahasiswa, guru SD Negeri 7 Pekauman, pengajar TPQ, melibatkan orang tua, dan perangkat kelurahan. Program diberlangsungkan melalui 3 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan menggunakan metode partisipatif dan menyenangkan. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan. Nilai rata-rata mata pelajaran inti (Matematika dan Bahasa Indonesia) naik sekitar ±25%. Kemampuan membaca Al-Qur’an juga meningkat pesat. Peserta awalnya hanya mengenal huruf hijaiyah, kini mampu membaca surat pendek dengan lancar. Rata-rata hafalan surat pendek bertambah 3–5 surat. Selain itu, terlihat peningkatan kedisiplinan, kesopanan, keaktifan belajar, motivasi, dan terbentuknya kebiasaan religius, seperti shalat berjamaah dan membaca do’a sehari-hari. Hasil evaluasi menunjukkan seluruh indikator keberhasilan tercapai, yaitu peningkatan kemampuan literasi minimal 20%, peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, bertambahnya hafalan, dan terbentuknya sikap yang lebih baik.
Abstract
This community service initiative aims to improve the literacy and religious devotion of Generation Alpha in Pekauman Village, Tegal Barat Subdistrict, Tegal City, Central Java, through an integrated program combining Academic Tutoring (Bimbel) and Qur’anic Education (the Qur’anic Generation Program/Gen Q). The goal is to foster a Qur’anic Generation (Gen Q) that maintains a balance between academic competence and religious devotion. The program was conducted over 1.5 months (August–September 2025). The primary participants were 70 children—mostly elementary school students, though some were preschoolers—who were guided by university students, teachers from Pekauman State Elementary School 7, TPQ instructors, and involved parents and village officials. The program was carried out in three phases—planning, implementation, and evaluation—using participatory and engaging methods. The program results showed significant improvement. The average scores in core subjects (Mathematics and Indonesian Language) increased by approximately ±25%. The ability to read the Qur’an also improved rapidly. Participants, who initially were only familiar with the Hijaiyah alphabet, are now able to read short surahs fluently. On average, the number of short surahs memorized increased by 3–5 surahs. Additionally, there was an improvement in discipline, politeness, active participation in learning, motivation, and the development of religious habits, such as praying in congregation and reciting daily prayers. The evaluation results show that all success indicators were met, namely a minimum 20% improvement in literacy skills, improved ability to read the Qur’an, increased memorization, and the development of better attitudes.