Pendidikan Life Skill bagi Santri Pondok Pesantren As-Shofa Medan
Abstract
Rendahnya minat sebagian santri terhadap pelajaran umum dan keterampilan adaptif di Pondok Pesantren As-Shofa Medan menjadi salah satu permasalahan pendidikan yang berdampak pada kurangnya kesiapan santri dalam menghadapi kehidupan sosial dan dunia kerja setelah lulus. Pembelajaran di pesantren masih lebih berfokus pada penguasaan ilmu-ilmu keagamaan, sementara pendidikan life skill belum menjadi perhatian utama. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan pendidikan pesantren yang bersifat holistik dengan tuntutan kehidupan sosial masyarakat modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konteks, urgensi, dan implementasi pendidikan life skill bagi santri di Pondok Pesantren As-Shofa Medan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pimpinan pesantren, pendidik, dan santri yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan life skill di Pondok Pesantren As-Shofa Medan diimplementasikan melalui berbagai kegiatan pembiasaan dan pelatihan, seperti menjaga kebersihan, melatih kemandirian, public speaking, organisasi santri, pengembangan bahasa, serta keterampilan praktis sehari-hari. Implementasi program tersebut memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter santri, terutama dalam meningkatkan kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, rasa percaya diri, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kesiapan sosial. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi santri berperan penting dalam memperkuat kecakapan personal, sosial, akademik, dan vokasional melalui pengalaman belajar yang bersifat langsung dan kontekstual. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada kajian yang mengintegrasikan empat dimensi kecakapan hidup, yaitu kecakapan personal, sosial, akademik, dan vokasional dalam konteks pesantren perkotaan melalui pendekatan pembiasaan yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari santri.
Authors

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.