Penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dan Kesiapan Tempat Tidur di Rumah Sakit

Authors

  • Wahyu Rizky Universitas Kusuma Husada Surakarta, Indonesia
  • Sely Aprianda Syah Putri Universitas Kusuma Husada Surakarta, Indonesia
  • Budi Prasetyo Universitas Kusuma Husada Surakarta, Indonesia
  • Rolando Rahardjoputro Universitas Kusuma Husada Surakarta, Indonesia
  • Airin Muyasaroh Universitas Kusuma Husada Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21927/ijhaa.2026.9(1).1-11

Keywords:

Standard Inpatient Class, KRIS, JKN, Hospital Readiness, Bed Capacity

Abstract

Penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dan kesiapan tempat tidur di rumah sakit merupakan aspek yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia, dengan adanya proyeksi peningkatan jumlah pasien dan tantangan dalam pengelolaan sumber daya, rumah sakit perlu melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap sistem yang ada untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan sesuai dengan standar yang ditetapkan dan memenuhi kebutuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di rumah sakit, terutama dalam hal pemenuhan standar pelayanan dan fasilitas sesuai regulasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan deskriptif. Informan penelitian dipilih secara purposive sampling dengan 3 informan yang terdiri dari manajemen rumah sakit, bagian bidang pelayanan, dan bagian sarana dan prasarana dengan wawancara mendalam dan observasi, analisis data dilakukan menggunakan model interaktif dari miles dan huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSUD Kartini Karanganyar telah memenuhi standar KRIS. Kesiapan sarana dan prasarana cukup baik, meliputi sistem ventilasi, pencahayaan, pengaturan suhu, serta penggunaan teknologi layanan seperti nurse call system dan aerocom. Kendala utama ditemukan pada aspek teknis, seperti gangguan AC dan keterbatasan ruang bangunan eksisting yang belum sepenuhnya sesuai dengan standar jarak tempat tidur dan aksesibilitas kamar mandi. Rumah sakit telah menyiapkan strategi jangka menengah berupa rencana pembangunan gedung baru khusus pelayanan infeksius. Secara keseluruhan, RSUD Kartini Karanganyar dinilai siap secara struktural dan fungsional dalam mendukung implementasi KRIS. Komitmen manajerial, perencanaan strategis, serta respons adaptif terhadap regulasi menjadi faktor penting dalam kesiapan tersebut. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar penguatan kebijakan dan strategi rumah sakit dalam meningkatkan mutu, efisiensi, dan keadilan pelayanan kesehatan.

References

Agita, R., & Wahidin, M. (2022). Proyeksi kebutuhan tempat tidur dan lama rawat inap pasien JKN di rumah sakit Indonesia. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 11(3), 145–156.

Dhali, N., & D’Souza, A. (2021). Impact of evidence-based SOP implementation on hospital service quality. International Journal of Health Care Management, 14(2), 321–329.

Donabedian, A. (2003). An Introduction to Quality Assurance in Health Care. Oxford University Press.

Ekawati, R., & Afridah, N. (2018). Hubungan lama hari rawat inap dengan antrian pasien BPJS di rumah sakit pemerintah. Jurnal Administrasi Rumah Sakit, 5(2), 87–95.

Mazidah, R., Putri, D., & Kurniawan, A. (2019). Analisis biaya rawat inap berdasarkan tingkat keparahan penyakit. Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia, 7(1), 25–34.

Sofan, S., & Syamsudin, S. (2021). Pengaruh kelas perawatan terhadap biaya pengobatan pasien stroke iskemik. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(4), 200–210.

Sugiarto, T. (2023). Implementasi KRIS JKN dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit Indonesia. Jurnal Kebijakan Publik dan Kesehatan, 12(1), 55–66.

Handayani, S., Utami, R., & Sari, M. (2020). Kepatuhan rumah sakit pemerintah terhadap regulasi nasional dalam pelayanan kesehatan. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 8(2), 112–124.

Indrayani, D. (2020). Manajemen ventilasi rumah sakit dalam pencegahan infeksi nosokomial. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 19(1), 45–53.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2023 tentang Standar Kelas Rawat Inap Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Nasution, A., Pratama, H., & Lestari, R. (2021). Kesiapan manajemen rumah sakit dalam implementasi kebijakan layanan standar nasional. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 10(3), 201–213.

Putri, A. D., & Nugraheni, S. A. (2019). Evaluasi kesiapan fasilitas kesehatan dalam implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 22(4), 215–223.

Sutrisno, A., & Harahap, R. (2021). Mitigasi risiko infrastruktur rumah sakit dalam mendukung keselamatan pasien. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS Dr. Soetomo, 7(1), 55–67.

Vo, D. H., Pham, T. H., & Nguyen, L. H. (2020). Hospital governance and autonomy in Vietnam: Challenges and policy implications. BMC Health Services Research, 20(1), 1–12.

Wulandari, R. D., & Adisasmito, W. (2022). Penguatan mutu layanan rumah sakit melalui integrasi sistem informasi. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 17(2), 89–98.

Downloads

Published

2026-05-28