Formulation of mixed food ingredients with mackerel fish flour (Rastrelliger neglectus) and tempe flour substitution for complementary foods incidence stunting under five years old
Abstract
ABSTRAK
Latar Belakang: Permasalahan gizi Indonesia yang belum teratasi pada kelompok balita yaitu stunting. Riskesdas Tahun 2018 stunting di Jawa Tengah pada baduta 33,3%, Tahun 2021 Kota Semarang 3,10%. Stunting balita dapat terjadi karena kurang asupan zat gizi. Upaya penanganan stunting Kota Semarang diperlukan peningkatan kandungan gizi MP-ASI dengan substitusi bahan pangan tinggi protein dan zat gizi mikro.
Tujuan: Memperoleh formulasi BMC bubur instan substitusi ikan kembung dan tepung tempe yang diterima balita dengan menentukan nilai gizi dan anjuran takaran saji konsumsi.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen, Rancangan Acak Lengkap. Objek yang diteliti BMC bubur instan dengan 3 kelompok perlakuan substitusi tepung tempe dan tepung ikan kembung sebagai pengganti beras merah, BMC F2 masing-masing 4%, F3 10%, F4 16%, serta F1 sebagai kontrol.
Hasil: BMC bubur instan F3 (substitusi tepung ikan kembung 5% dan tepung tempe 5%) paling diterima panelis dengan energi 439,95 kkal, protein 14,67 g/100g, karbohidrat 60,69 g/100g, lemak 15,39 g/100g, serat 25,66 g/100g, vitamin A 14,56 µ/100g, vitamin C 226,5 mg/100g, zat besi 0,29 mg/100g, zink 19,27 mg/100g, kelarutan sesuai standar, densitas kamba lebih baik dari bubur instan komersial, lolos uji cemaran mikrobiologi berdasarkan standar SNI
Kesimpulan: BMC bubur instan substitusi tepung ikan kembung dan tepung tempe layak dikonsumsi dan digunakan sebagai MP-ASI makanan utama balita stunting dengan takaran saji 20 gram berat kering atau 60 gram rehidrasi memenuhi 395,93 kkal energi, serta 100% protein, karbohidrat, lemak, serat, vitamin C, dan zink.
ABSTRACT
Background : Stunting is a persistent nutritional problem in Indonesia affecting toddlers. The 2018 Basic Health Research showed stunting cases in Central Java among toddlers at 33.3%, while in Semarang City in 2021 reached 3.10%. Stunting in toddlers can occur due to inadequate nutritional intake, particularly during complementary foods. In an effort to reduce stunting, it is necessary to increase the nutritional content of complementary foods substituting ingredients high protein and micronutrients.
Objectives: Formulating instant porridge with substitutions of mackerel and tempeh flour that accepted by toddlers while ensuring appropriate nutritional content and recommended serving sizes.
Methods: This research using a quantitative experimental approach with a Completely Randomized Design (CRD). The study focused on BMC instant porridge, including three treatment groups with substitutions of tempeh and mackerel flour, BMC F2 4%, F3 10%, F4 16%, F1 as a control.
Results: BMC instant porridge formula 3 was the preferred by panelists. This formulation provides 439.95 kcal of energy, 14.67 g/100g protein, 60.69 g/100g carbohydrates, 15.39 g/100g fat, 25.66 g/100g fiber, 14.56 µg/100g vitamin A, 226.5 mg/100g vitamin C, 0.29 mg/100g iron, and 19.27 mg/100g zinc. Meets solubility standards, has a density superior to commercial instant porridge, and passes microbiological contamination tests.
Conclusions: BMC instant porridge substituted with mackerel and tempeh flour, is suitable as complementary food for stunted toddlers. Each serving, consisting of 20 grams of dry porridge or 60 grams when rehydrated, provides 395.93 kcal of energy,100% of the recommended intake for protein, carbohydrates, fat, fiber, vitamin C, and zinc.
References
2. Tejasari. Nilai Gizi Pangan. (Graha Ilmu, 2005).
3. Standar Nasional Indonesia. Makanan Pendamping Air Susu Ibu. (2005).
4. Sri Darningsih, Nur Ahmad Habibi, Zurni Nurman, I. PENGEMBANGAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU ( MP- ASI ) BUBUR INSTANT DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG IKAN LELE. 18, 94–102 (2023).
5. Kementerian Kesehatan. Tabel Komposisi Pangan Indonesia. (2018).
6. Ananda, R. A., Hermanuadi, D., Brilliantina, A. & Novita, E. K. Karakteristik Tepung Ikan Lemuru Dengan Variasi Perlakuan Pendahuluan ( Characterization of Lemuru Fish Flour Using Pretreatment Variation ). 1, 40–48 (2022).
7. Al Rahmad, A. H. Pemberian ASI dan MP-ASI terhadap Pertumbuhan Bayi Usia 6–24 Bulan. 8–14 (2016).
8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia. Progress in Retinal and Eye Research 561, (2019).
9. Lucia Destri Natalia, Dina Rahayuning P, S. F. UBUNGAN KETAHANAN PANGAN TINGKAT KELUARGA DAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI DENGAN STATUS GIZI BATITA DI DESA GONDANGWINANGUN TAHUN 2012. 62, 1–9 (2013).
10. Winarno, F. . Kimia Pangan dan Gizi. (Graha Ilmu, 2005).
11. Winarti, S. Makanan Fungsional. (Graha Ilmu, 2010).
12. Perikanan Kota Semarang. Data Kapal Penangkap Ikan Kota Semarang Tahun 2019 Kota Semarang Tahun 2019. 1–25 (2019).
13. Anam, C., Kawiji, K., Ariyoga, U. N. & Farha, R. Karakteristik Fisik dan Organoleptik MP-ASI Instan Diperkaya Ikan Patin dan Ikan Gabus Metode Freeze Dryer. J. Ilm. Inov. 21, 116–123 (2021).
14. Adi, G. S., Pratiwi, E. & Amanda, S. P. Protein Consumption Program (PCP) dalam pencegahan stunting pada anak di masa pandemi corona virus disease 19. Heal. Sci. Pharm. J. 5, 69–73 (2022).
15. Haryani, V. M., Putriana, D. & Hidayati, R. W. Asupan Protein Hewani Berhubungan dengan Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Minggir. Amerta Nutr. 7, 139–146 (2023).
16. Purwandini, S. & Atmaka, D. R. Pengaruh Kecukupan Konsumsi Zink dengan Kejadian Stunting : Studi Literatur The Effect of Adequate Zinc Consumption with the Occurrence of Stunting in Indonesia : Literature Review. Media Gizi Kesmas 12, 509–515 (2023).
17. Apriyantono. Analisis Kimia. (IPB Press, 2000).
18. Permatasari, O., Murwani, R. & Rahfiludin, M. Z. Tempe nuggets provision improves energy adequacy and protein intake in underweight underfive children. Curr. Res. Nutr. Food Sci. 6, 89–96 (2018).
19. Husain, R., Umar, N. S. & Suherman, S. P. Formulasi Tepung Ikan Bandeng (Chanos chanos) Dalam Pembuatan Biskuit Sebagai Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Jambura Fish Process. J. 5, 47–59 (2023).
20. Pomalingo, A. Y. & Misnati, M. Pengaruh Penambahan Tepung Ikan Tuna Terhadap Daya Terima Dan Nilai Gizi Biskuit Kelor. J. Heal. Sci. Gorontalo J. Heal. Sci. Community 5, 155–166 (2021).
21. Falmuariat, Q., Febrianti, T. & Mustakim, M. Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Balita di Negara Berkembang. J. Ilm. Kesehat. Sandi Husada 11, 308–315 (2022).
22. De, P., & Chattopadhyay, N. Effects of Malnutrition on Child Development: Evidence from a Backward District of India. Clin. Epidemiol. Glob. Heal. 7(3), 439–445 (2019).
23. Christina Erawati Mumpuni, T. A. K. PENGARUH FORMULASI TEPUNG IKAN HARUAN, TEPUNG BUAH DAN BIJI LABU KUNING PADA BISKUIT TERHADAP KANDUNGAN GIZI DAN DAYA TERIMA. J. Nutr. Coll. 10, 1–9 (2021).
24. Amelia Yuniarti & Asih Setiarini. Konsumsi Vitamin A untuk Mencegah Kejadian Stunting : Systematic Review. Media Publ. Promosi Kesehat. Indones. 7, 588–595 (2024).
25. Maggini, S., Wenzlaff, S. & Hornig, D. Essential role of vitamin c and zinc in child immunity and health. J. Int. Med. Res. 38, 386–414 (2010).
26. Dewi, E. K. & Nindya, T. S. Hubungan Tingkat Kecukupan Zat Besi Dan Seng Dengan Kejadian Stunting Pada Balita 6-23 Bulan. Amerta Nutr. 1, 361 (2017).
27. Mufida, L., Widyaningsih, T. D. & Maligan, J. M. Prinsip Dasar Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). J. Pangan dan Agroindustri 3, 1646–1651 (2015).
28. Ni Made Ayu Novita Anugerah, Luh Gede Pradnyawat, A. E. P. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi dengan Kejadian Stunting Balita 12 - 59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tegallalang 1 konsekuensi yang jarang diingat , tetapi. 4, 275–281 (2024).
29. Linda Wati, J. M. HUBUNGAN ASUPAN GIZI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK DI DESA PADANG KECAMATAN MANGGENG KABUPATEN ACEH BARAT DAYA. 44–52 (2022).
Authors

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.